Pemuda : "Ade, beta su lama jatuh cinta ke ade. Ade mau jadi kaka pu pacar ka?"
Cewek : "Adooo, kaka. Tra bisa. Sa masih sekolah."
Pemuda : "Ooooo.. kaka kira ade sudah libur..."
jadi dong cari peti ke tukang mebel dong tanya peti satu berapa tukang bilang 1 juta ada yang mura ka.. tukang bilang ada 2 ratusts ribu tapi kaki di luar.
Dokter : "Ibu yang bulan lalu datang periksa KB to...?"
Ibu : "Ia Dok.."
Dokter : "Trus... sekarang ada apa ?"
Ibu : "Saya hamil lagi dok."
Dokter : "Loh..Kok Bisa..., Lalu Obat KB nya yang saya kasih di Minum atau tidak?"
Ibu : "Bagaimana tidak hamil Dok, Obat baru sampe di leher, celana kolor su sampe di lutut..."
Tadinya si perem marah, tapi stelah pikir-pikir cari uang di jaman skarang susah, skali cubit apalah artinya. "Sa mau tapi kitong sambunyi di balik pohon ehh" kata si perem.
Pas di bawah pohon begini pipi halus itu diberikan, namun sekian waktu pipi mulus itu hanya dibelai-belai. "Ihhhh Capat Sudah!" desaknya.
"Aduh ade sa tra bisa," jawab Yaklep sambil matanya merem-merem.
"Lho Knapa" tanya si Perem. "Sory Sa Lagi Tra Punya Uang,"
Perem: "Ahhhhhh!!!???"
Anak : "bapa sa pi ke pius pu rumah dulu eeee....."
Yaklep: "Eh... Anak makan dulu baru pi kesana….?"
Anak : "Uda dari tadi bapa, sa bisa pegi kah traaaa...."
Yaklep : "Ah kamu ini, pigi suda, tapi hati-hati kalau menyeberang tunggu sampai mobil lewat dulu... eee... Baru menyeberang?"
Anak : "Beres sa su tau...."
10 menit kemudian Yaklep pu anak, pulang sambil menangis pica... dengan suara keras...
Yaklep: "Ah.. anak kamu kenap menangis bergitu...?" (tanya Yaklep dengan dana marah)
"Dong ada cubi ko kah? Atau dong ada pukul kah.. ? Oh kurang ajar, dong belum tau pace Yaklep kah?" (Yaklep suda naik darah) "Capat jawab kenapa ko manangis, sa kasi pica mereka?"
Anak: "Tidak bapa, sa tra dipukul dan tra dicubit...."
Yaklep : "Terus kenapa……?"
Anak : "Tadi bapa bila kalau mau menyeberang tunggu mobil lewat dulu, sa su berdiri lama sampai bosan, mobil tra lewat-lewat, sa cape dan sedih makanya sa menangis..."
Yaklep pusing 7 keliling "Ini sa pu ana bodo ke sapa ya???"
"Eh..Obed ko tau, kalu jumlah partai yang mo ikut pemilu kemarin bukan cuma 48, tapi ada 49 partai. Hanya satu partai yang tra dapa ijin ikut pemilu."
Obed : "Apa !! satu partai itu apaka ?"
Yaklep :"Partai Parampuan."
Obed : "Kasian dorang tra dapat ikut pemilu?"
Yaklep : "Itu gara-gara dorang pu lambang partai"
Obed : "Dorang dorang pu lambang partai apaka..?"
Yaklep :"Tentu dong pu lambang Parampuan too..!"
Obed : "Untung panitia pemilu tra kase ijin, kalu trada, samua laki-laki pasti suka deng itu partai."
Yaklep :"Bicara lagi..eeh ko sa lempar deng sandal...!"
Pace : "Ko kira sa tra bisa mencuri kah, biar ko kasih tembok sa tetap bisa panjat ko pu tembok. Ko liat saja."
Lalu Pace dia panjat tembok tinggi itu. Pemilik rumah liat ada orang yang mau mencuri dia berteriak keras: "Heeyy...!! Pencuri kah..! Ko cepat turunnn...!"
Pace dia kaget dan hampir jatuh, tapi dong balik marah ke Pemilik rumah:
"Hey bapa... coba ko pu cara tegur itu yang baek kah ?! memang sa pencuri, tapi kalo ko berteriak, sa kaget, truss sa jatuh.... siapa yang bayar ongkos rumah sakit?. Sa pu anak siapa yang kasih makan..? Saya toh belum mencuri, saya baru lewat ko pagar baru ko su teriak...!"
Yaklep : "Oh ... belum bisa! Soalnya, bulan Oktober sa ada banyak urusan dikantor "
Yako: "Kalo bagitu November suda..."
Yaklep : "Adoh... apalagi November sa mo ada pelantikan kenaikan pangkat"
Yako: "Oh kalo bagitu Desember suda e... supaya rame"
Yaklep: "Desember terlalu rame karna hari Natal, sabar suda... nanti January tahun depan suda bisa to"
Yako: "Oh... jangan January bahaya... bulan itu ko sudah geger otak..."
Yaklep: "ko tau dari mana... ko macam tukang ramal saja...?"
Yako: " saya memang bukan tukang ramal ... tetapi kalau suda bulan Januari, ko pu kepala su pica sa pukul dengan botol..."
Si cewek de pu senyum jawab : "Say... ko tra rugi pacaran deng aku. Pacaran saja baru skali mo. Satu kali perdana, lainnya hanya isi ulang terus... tau!"
Tra lama kemudian, pilot umumkan ke-2 kali, mesin ke-2 rusak tetap tenang.
Baru setengah jam kemudian pilot umumkan. Kali ini mesin ke-3 rusak. Pilot pu permintaan penumpang tetap tenang karena hanya terlambat 1 jam.
Pace Yaklep su keringat dan slalu berdoa didalam pesawat. Karena su jengkel Pace Yaklep mengumpat, "Pesawat sialan. Klo mesin keempat mati, bisa semalaman kita di atas sini terbang."
Tetapi saat pengumuman Pace kaget bukan main, karena dia tra lolos.
Dengan hati kesal dan tra terima, Pace Yaklep ko tanya ke panitia, "pace kenapa saya tra lulus ka?"
Panitia jawab, "Ko pu hasil tes memang semua mantap, hanya dikesehatan ko kalah karena gigi ompong."
Pace Yaklep marah dan bilang, "Pace sa mau tanya ulang ini, torang ini masuk tentara perang mau baku tembak kah baku gigi..."
LIMA PEMUDA PAPUA PEMBERANI
Suatu hari Pace Yaklep ko dekati 4 orang anak muda yang sedang duduk-duduk pinggir jalan, dan meminta uang secara paksa.
Saat minta uang pace Yaklep angkat bicara dengan nada menggertak, "Siapa Berani Di Sini??"
Satu dari pemuda berdiri dan berkata, "Sa Berani!"
Yaklep menggertak sekali lagi, "Ayo! Siapa Lagi yang Berani??!"
Pemuda berikutnya berdiri dan berkata, "Sa Juga Berani!!"
Yaklep itu mulai gentar, tapi dia terus menggertak, "Siapa Lagi??!"
Dua pemuda berikutnya berdiri dan berkata, "Kami Berani, Kenapa!"
Yaklep pu nyali becek dan berkata, "Kalau Begitu Kitorang Lima Pemuda Pemberani!!"
CITA-CITA JADI TENTARA
Pace Yaklep de pu anak duduk SD dapat pekerjaan rumah dari guru. Anak Yaklep tanya de pu bapak dirumah dan Yaklep memberikan penjelasan bentuk de pu perumpamaan.
Guru: "Besok kolo ko su besar jadi apa kah?"
Anak: "Jadi tentara to, barang apa jadi..."
Guru: "Tentara tong banyak. yang seperti apakah?"
Anak: "Ada dia pu lagu, Maju tak gentar.. Membela yang benar ..."
Guru: "Itu tentara apakah?"
Anak: "Tentara biasa to. Tapi de pu pangkat Jenderal."
Guru: "Lho kok pangkat lain bagaimana lagunya?"
Anak: "Klo setingkat kapten, letnan dan sekitarnya, dia pu lagu lagu Bagimu negeri, kami berbakti. Padamu negeri, jiwa raga kami ..."
Anak: "Nah kalau prajurit, kopral dan sebagaianya, lagunya Di sini senang, di sana senang, di mana-mana hatiku senang ... Asal komandan senang to!!!"





