Senin, 23 Mei 2011

RENUNGAN HATI


Hidup adalah fase waktu yang penuh dengan warna dan ragam ujian. Banyak orang yang tangguh, kokoh di waktu tertentu tapi tumbang dan jatuh di lain waktu. Tidak sedikit orang yang tampil sebagai pribadi yang komit dan kuat berpegang pada nilai-nilai agama tapi kemudian tersungkur pada jurang kesalahan yang begitu dalam. Karenanya, hidup ini memang suatu rentang waktu yang perlu kesabaran dan lipat ganda kesabaran.

Lewat posting kali ini saya ingin sekali mengingatkan pada diri saya pribadi dan mungkin juga pada anda yang sedikit melupakan orang-orang di sekitar kita.

Banyak sekali warna dalam kehidupan setiap orang, hingga masing masing mempunyai kisah sendiri-sendiri dan tentunya menjadikan pula sesuatu cerita yang berbeda-beda. Disaat itulah mereka sadar bahwa akan letak arti daripada hidup “saling membutuhkan”.

Apakah anda adalah orang yang tidak membutuhkan orang lain?…

Ataukah anda termasuk orang yang tidak mau dibutuhkan orang lain?…

Melainkan orang tersebut adalah munafik, egois dan tidak mengerti atau faham betul dengan arti daripada kehidupan, tentu saja orang tersebut akan menghalalkan segala cara termasuk menghina,menindas,dan yang jelas tidak ada sedikitpun tertanam dalam hatinya sifat berbuat baik.

Coba kita hayati dan kita renungkan apa arti daripada kehidupan yang kita jalani selama ini

Menolong orang lain, memberikan jalan kemudahan bagi orang lain adalah tindakan terpuji bahkan cuma mendoakan dan prihatin atas kesusahan orang lain pun sudah termasuk sebagian daripada ibadah, sungguh mulia bagi orang yang hatinya tertanam sifat berbuat baik terhadap sesama dan ini yang sering kita sebut dan kita fahami dengan sebutan “orang yang punya hati”.


Dalam menjalani hidup kita boleh bersenang-senang tapi ingat dan ratapi penderitaan yang di derita oleh mereka yang tidak jauh dari sekitar kita, kita pun boleh tertawa sesuka hati tapi ingatlah juga dan dengarkan dengan sepenuh hati ratapan dan tangisan-tangisan mereka yang dilanda kesusahan, bila kita harus tahu tentang kebenaran, doa orang yang dilanda kesusahan lebih dulu dan dIdengarkan oleh sang maha pencipta.

Pernahkah anda dalam menjalani hidup berada pada posisi bersenang-senang di atas penderitaan orang lain?…

Atau pernahkah anda dalam menjalani hidup berada pada posisi tertawa di atas tangisan orang lain?…

Apakah anda senang?…

Melainkan anda terlupa bahwa kehidupan laksana roda yang berputar, terlupa bahwa Tuhan punya kuasa penuh untuk mengatur segala sesuatu yang ada di dunia termasuk jalan hidup kita.

Kehidupan yang telah diberikan oleh sang maha pencipta untuk kita adalah merupakan suatu anugerah dan sudah sepantasnyalah dengan anugerah itu kita manfaatkan untuk saling tolong-menolong, bantu-membantu dan saling memberikan kasih sayang terhadap sesama mahluk.

Bagaimana dengan anda?…

Dan apa yang anda rasakan saat ini?…

Akupu baru tahu hakekatnya cinta, setelah hampir saja, yah hampir saja aku jatuh dalam lumpur hitam. Ketika jarak antara kehinaan dan kemuliaan cinta tinggal sejengkal saja dan aku tersadar tentang cinta. Sejak itu aku berusaha mencercap manisnya madu cinta meski dalam pandangan orang lain, madu cinta itu pahit. Cinta dan kesetiaan bagai cawan dan anggur. Bagaimana mungkin engkau dapat merengguk anggur bila tak ada cawan, dan cawan akan kehilangan hakekatnya bila tak diisi anggur.

Jangan pernah engkau berkata CINTA bila ada benuh-benih Selingkuh dalam fikiran dan perasaanmu. Dan jangan pernah engkau berdusta pada Cinta karena pasti ENGAKAU AKAN DISIKSA OLEH RASA PENYESALAN... Edited By; wn.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar